TINJAUAN MENARIK PENERAPAN MARKETING DALAM POLITIK
TREND "MARKETING POLITICS" SEBAGAI STRATEGI KAMPANYE DAN PERANAN LEMBAGA MARKETING CONSULTANT MEMBANGUN AWAERNESS PARPOL SERTA KANDIDAT DALAM PEMILIHAN UMUM
__________________________________________________Berbicara tentang “Marketing”, asosiasi yang timbul dalam benak seseorang adalah ilmu pemasaran di Fakultas Ekonomi, atau sebuah fungsi didalam perusahaan. Persepsi ini tidak ada salahnya karena marketing erat kaitannya dengan fungsi sebuah perusahaan untuk mendistribusikan produk atau jasa maupun untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Marketing merupakan salah satu mata kuliah dalam jurusan bisnis maupun manajemen.
Namun dalam atmosfir kehidupan
politik modern dewasa ini, marketing juga sudah dipergunakan sebagai salah satu
metode atau strategi memenangkan kompetisi pemilihan umum, baik pilkada, pilgub mauun pilpres, sehingga muncul
cabang ilmu terapan “POLITICS MARKETING” dalam dunia politik Penerapan thesis-thesis ilmu
marketing dalam strategi memenangkan pemilu memang merupakan salah satu pilihan
alternatif karena pada essensinya kedua
bidang, bisnis dan politik, berorientasi kepada upaya mempengaruhi sikap dan
tindakan masyarakat sebagai konstituen – dalam bisnis disebut konsumen – agar berkenan
menerima (demand) apa yang
diatawarkan (suplay) oleh partai
politik (kandidat) – dalam bisnis disebut dengan supplier atau perusahaan.
Dalam konteks politics marketing,
dipergunakan hukum penawaran dan permintaan untuk mencari titik ekuileberium
sebagaimana teori ilmu ekonomi mikro, sehingga dikemas program bauran pemasaran
(marketing mix) sebagai taktik dan strategi memperoleh simpati, dukungan dan
kehendak memilih (voting) dari calon konstituen. Dengan mempergunakan politics marketing para pokitisi dalam
hal ini merasa tidak cukup lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional
seperti mengandalkan loyalitas ideologi
ataupun aliran politik, tetapi dipandang perlu melakukan manajemen pemasaran
yang lebih modern dengan mempergunakan media campaign modern. Kampanye dilakukan tidak hanya mengandalkan karisma
tokoh, kepemimpinan politik, atau militansi visi, dan didukung melalui desain
media kampanye pencitraan.
Marketing politik mendesain
program kampanye ter-integrasi, dibangun citra pigur kandidat, visi dan misi
dikemas apik dan menarik mempergunakan media
campaign up to date. Kerja-kerja politik tidak lagi hanya mengandalkan
mesin organisasi partai atau kader tetapi mempergunakan lembaga-lembaga professional
di bidang media campaign.
Untuk memahami lebih jauh politics marketing, diperlukan pemahaman
terhadap “politik” dan “marketing”. Secara sederhana, politik merupakan aktivitas
sosial yang berupaya merebut dan distribusi, dalam hal ini menempatkan
masyarakat sebagai objek dan subjek perlakuan. Melalui “marketing politik”
proses interaksi politik dibagi menjadi dua posisi yaitu “produsen” dan “konsumen”.
Pihak yang berkepentingan terhadap perebutan dan distribusi kekuasaan, partai
politik, kader atau kandidat dipandang sebagai produsen, sedangkan masyarakat
dipandang sebagai pangsa pasar yang dianggap memiliki potensi memilih atau
memberikan suara (suspect) diletakkan dalam kedudukan sebagai calon konsumen.
Masyarakat modern secara
kuantitatif, demografi dan psikografi sangat plural, educated, kritis dan
otonom serta sangat rasional menentukan pilihan maka dibutuhkan strategi
marketing yang dianggap mampu menggeser persepsi dan perilaku memilih. Untuk
bisa mempengaruhi masyarakat modern seperti ini tidak cukup hanya mengandalkan
cara-cara konvensional yang mempergunakan cara kedekatan ideologis, sentiment primordial
agama, suku dan ras.
Dalam proses mempengaruhi
masyarakat ini, masyarakat sebagai calon konstituen tidak bisa lagi dianggap
hanya sebagai objek, tetapi harus menjadi kedua-duanya, yaitu selain sebagai
objek sekaligus sebagai subjek, masyarakat modern tidak bisa dipaksa melakukan
pilihan seperti mobilisasi massa dan intimidasi tetapi harus melalu persuasi dan edukasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar